Selasa, 25 Februari 2014

Sajak "Kau Boleh Pergi"

Siang pasti digantikan malam
Sekeras apapun siang bertahan
Matahari pasti tumbang
Dan gelap menyelimuti
Siang pasti pergi
Dan sungguh kau boleh pergi

Kelopak bunga mawar pasti rontok
Sekeras apapun dia ingin mekar lama
Pasti tiba masanya layu
Dan tangkai2 membisu
Bunga mawar pasti pergi
Dan sungguh kau boleh pergi

Hujan pasti reda
Selama apapun dia hendak turun
Pasti tiba masanya habis
Dan menyisakan basah di halaman
Hujan pasti pergi
Dan sungguh kau boleh pergi

Maka
Apalagi urusan perasaan
Cinta bisa berganti benci
Percaya memudar berganti kusam ragu
Pun komitmen menipis berubah jadi lupa
Kau boleh pergi
Sungguh boleh.

Tapi aku akan tetap di sini
Meyakini bahwa
Besok pagi, malam pun akan berganti siang
Mawar baru akan merekah ulang
Dan hujan berikutnya pasti kan datang

Kau sungguh boleh pergi.

*Tere Liye

Sajak "aku rak popo"

Terimakasih sudah menyakitiku
Apapun yang tidak mampu menumbangkan
Justru akan membuatku berdiri semakin tegak

Terimakasih sudah melupakanku
Apapun yang tidak mampu menghapus
Justru akan membuatku semakin diingat

Terimakasih sudah meninggalkanku
Apapun yang tidak mampu membuat sendirian
Justru akan membuatku semakin ramai

Terimakasih sudah merendahkanku
Apapun yang tidak mampu membenamkan
Justru akan membuatku semakin berharga

*repost Darwis Tere Liye

Rabu, 01 Januari 2014

:)

Kesempatan dan takdirlah yang mempertemukan..
Allah selalu mempunyai rencana terindah untuk setiap hambaNya..
Termasuk cerita yang berawal di kota itu, jauh di seberang sana..
Tanpa suatu perencanaan, tak terduga..
Mengalir seperti air, semoga ada muara di ujung sana..
Menitipkan semua perasaan ini kepada yang punya..
Karena Ia yang berhak menentukan jalan kita..
Dan berharap, jalan ini akan ada ujung yang indah di depan sana..

NF

Happy New Year 2014

Rasanya sudah lama tidak menyentuuh blog ini.. dan tidak terasa sudah masuk tahun 2014. Happy New Year sebelumnya...

Waktu berjalan, hari demi hari, bulan demi bulan hingga tiba di awal tahun berikutnya.
Setahun yang bermakna, setahun yang penuh cerita, setahun yang banyak pembelajaran berarti, setahun yang luar biasa, 2013..
Lalu pertanyaannya, apa saja yang sudah yang diraih? apa saja yang masih harus diperbaiki? apa saja yang akhirnya gagal untuk tercapai?
coba renungkan, akhir taun ke awal taun bukan untuk sekedar hura-hura di tengah keramaian hiruk pikuk kota.
Tapi kembali menilik ke belakang, bersyukur dengan kehidupan yang luar biasa..
Bersyukur dengan semua kebesaran Allah, pemberian Allah, dan apa yang harus dilakukan di tahun berikutnya..
Semoga tahun 2014 menjadi manusia yang lebih baik, lebih bermanfaat, dan penuh dengan target serta pencapaian

Senin, 05 Agustus 2013

tukang balon, sebuah pembelajaran

Setiap orang cenderung selalu melihat ke atas dalam menjalani hidupnya. berusaha meraih melebihi apa yang orang lain raih. tapi pernahkah sesekali menengok ke bawah? dimana disana akan banyak kita lihat nikmat yang sangat besar yang Tuhan berikan kepada kita daripada orang lain. sesekali tengoklah keluar, lihat betapa banyak orang di luar sana yang tidak seberuntung kita. bersusah payah hanya untuk mendapat berapa lembar uang ribuan. sementara selama ini apa yang kita lakukan? meremehkan uang senilai segitu karena kita mampu untuk mendapatkan yang lebih banyak. lihat berapa banyak orang di luar sana yang rela berpanas-panasan mencari nafkah dan pendapatan pun mungkin tak akan lebih dari 20 ribu per hari.

Beberapa hari lalu, saat saya menemani ibu berbelanja di sebuah pasar tradisional di daerah tempat saya tinggal, mata saya tertuju pada sebuah sudut. disana berdiri seorang laki-laki tua berumur sekitar 50an mungkin. kerutan di wajahnya menyiratkan banyak perjalanan hidup yang mungkin sebagian besar yang telah beliau lewati. satu menit, dua menit, dan beberapa menit selanjutnya mata saya tetap memperhatikan bapak tersebut. dengan membawa dagangannya berupa balon, memencet-mencet terompet untuk menarik pengunjung, mondar-mandir di bawah terik matahari yang terik siang itu, beliau berusaha beradu nasib dengan banyak pedagang di sekitar situ. miris, tidak ada satupun pembeli. pikirkan, apabila sehari itu bapak itu tidak berhasil menjual satupun balon, bagaimana nasib keluarganya di rumah? mau makan apa  untuk buka puasa hari ini? terlebih lagi tidak banyak orang yang merelakan uangnya keluar dari kantong hanya untuk membeli sebuah balon yang tidak ada gunanya untuk mereka mungkin, kecuali untuk para orang tua yang anaknya menangis merengek-rengek minta dibelikan balon. mungkin mereka saja akan berpikir beberapa kali untuk membeli. tapi lihatlah untuk pak penjual balon tersebut, menggantungkan hidupnya pada balon, sabar menanti setiap pembeli.

hari itu, bapak tukang balon itu telah membuat saya menangis. bagaimana bodohnya saya jika tidak bisa mensyukuri apa yang saya miliki. saya memang tidak berasal dari keluarga kaya, orang tua harus bekerja keras membiayai kuliah saya, tanpa mobil, atau fasilitas mewah lainnya seperti teman-teman saya yang lain, tapi saya menyadari saya lebih beruntung daripada tukang balon itu dan orang lain. hari itu mengajari saya bahwa kita tidak boleh selalu melihat ke atas, tapi lihatlah ke bawah dan semua itu akan membuat kamu lebih bersyukur.

ingin sekali rasanya membantu bapak tersebut, belum satupun dagangannya laku dari pagi hingga menjelang setengah hari. kasian sekali, sungguh. 1 balon pun akhirnya saya beli dan 1 lagi dibeli saudara saya, semoga dengan penjualan 2 balon itu, akan membuka pintu rejeki untuk balon-balon selanjutnya. 10 ribu yang biasanya kita gunakan mungkin hanya untuk sekali makan, atau sekedar membeli pulsa, sangat berarti untuk tukang balon tersebut. masih belum bisa bersyukur melihat semua itu?

tapi sungguh, pekerjaan bapak  itu di usian senjanya jauh lebih mulia daripada orang di luar sana yang menjadi pengemis padahal usianya masih muda dan masih sanggup untuk melakukan pekerjaan lain, atau para pejabat kaya yang memakan uang negara untuk mendapat segala fasilitas mewah untuk kehidupannya sendiri.

Selasa, 14 Mei 2013

ini untuk mereka yang luar biasa

Tidak pernah serindu ini..
Setiap nasihat, setiap ocehan dikala masih kecil dulu..
Kebersamaan, di setiap waktu panjangnya..
Membimbing di setiap pijakan langkah kaki..

Disini.. di rantau.. bayangannya selalu ada
Ah.. merindukan setiap berbagi keluh kesah tentang sekolah..
Hingga pada masanya suatu kali..
Pertama kali berbagi keluh kesah tentang perasaan, cinta dari seorang anak SMA yang masih polos
Dan kali pertama berbagi.. setelah itu harus beliau dengar..
Bahwa putri satu-satunya ini dikecewakan.
Ah.. selalu.. siapa yang diceritakan pada beliau pasti akhirnya sama..
Kali ini ingin sekali berbagi setiap keluh kesah perjalanan disini..
Setiap liku yang tercipta sendiri dan sebenarnya tidak perlu ada..
Setiap hal yang menggoreskan bahagia dan kesedihan..
Karena memang seperti dua sisi mata uang dalam satu mata uang..
Namun sedkitpun tidak ingin membebani..
Karena ia selalu tau bahwa saya kuat..
Bahwa saya akan baik-baik saja..
Karena memang ini belum masanya..
Baik.. terlepas dari segala itu semua..
Memang hanya mereka penyemangat terbesar saya..
yang selalu mengusahakan yang terbaik sekalipun dalam keterbatasan
Dan saya bangga bisa berada disini karena perjuangan mereka yang jauh luar biasa dari perjuangan saya..
Dan sekali lagi.. merindukan saatb kebersamaan bersama mereka..
Rindu tidur dalam pangkuannya
Rindu setiap suapan darinya

Senin, 06 Mei 2013

perenungan #3

mencintai itu pilihan..
tersakiti juga konsekuensi pilihan kita..
jadi sebenarnya tidak berhak untuk menyalahkan siapa-siapa..
kamu tidak pernah meminta dia hadir, dan dia tidak pernah meminta kamu hadir..
itu pilihanmu sendiri untuk terlibat dalam kehidupannya di dua waktu yang salah..
tapi selalu mendoakan agar tidak pernah dia mengalami apa yang saya alami..
karena selalu berharap bahagia selalu ada dalam setiap langkahnya..
bukan berarti saya tidak bahagia.. bukan..
saya bahagia dengan segala hal yang saya punya..
hanya saja tidak ingin rasa sakit itu menjadi apa yg disebut "investasi apa yg dilakukan"
karena apa yg kita lakukan memang investasi
dan memang di masa lalu, tanpa sengaja telah menjadikan seseorang merasakan apa yg saya rasakan sekarang..

By :
Free Blog Templates